{"id":14,"date":"2026-05-12T23:22:28","date_gmt":"2026-05-12T23:22:28","guid":{"rendered":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/?p=14"},"modified":"2026-05-12T23:22:28","modified_gmt":"2026-05-12T23:22:28","slug":"ketidakadilan-di-panggung-akademik-karut-marut-lcc-4-pilar-mpr-ri-2026-di-kalimantan-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/?p=14","title":{"rendered":"Ketidakadilan di Panggung Akademik: Karut-marut LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Kronologi Jawaban Siswa Disalahkan Juri Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Kalbar\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/THCiciD4AQo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia pendidikan Kalimantan Barat mendadak diguncang kontroversi menyusul viralnya video dugaan kecurangan dalam babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat provinsi yang digelar di Pontianak, Sabtu (9\/5\/2026). Ajang yang seharusnya menjadi wadah penanaman nilai-nilai kebangsaan ini justru berubah menjadi ajang perdebatan panas setelah dewan juri dinilai tidak objektif dalam memberikan penilaian terhadap jawaban peserta. Insiden ini bermula saat regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota BPK, namun dianulir oleh juri meski substansi jawabannya sudah tepat sesuai undang-undang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kekisruhan memuncak ketika dua sosok juri, yakni Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni, memberikan keputusan yang dianggap standar ganda. Juri Dyastasita memberikan nilai minus 5 kepada SMAN 1 Pontianak dengan dalih artikulasi jawaban yang tidak jelas terkait penyebutan &#8220;DPD&#8221;. Namun, ironisnya, ketika pertanyaan yang sama dilempar ke SMAN 1 Sambas dan dijawab dengan redaksi yang serupa, juri justru memberikan nilai sempurna. Ketidakadilan ini semakin diperparah oleh sikap MC wanita yang bertugas saat itu; bukannya menenangkan situasi atau memfasilitasi klarifikasi, ia justru melontarkan pernyataan yang meremehkan protes peserta dengan menyebut bahwa keberatan tersebut hanyalah masalah &#8220;perasaan&#8221; semata, sembari membela ketelitian juri secara sepihak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aksi berani Josepha Alexandra, atau yang akrab disapa Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang melakukan protes langsung di atas panggung, memicu gelombang dukungan dari netizen di media sosial. Video yang memperlihatkan ketegasan Ocha dalam mempertahankan kebenaran jawabannya melawan narasi juri dan MC seketika viral, memaksa pihak berwenang untuk turun tangan. Tekanan publik yang masif akhirnya membuahkan hasil ketika pihak MPR RI menyadari adanya kekeliruan fatal dalam pelaksanaan teknis perlombaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada pihak sekolah yang dirugikan dan masyarakat luas. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Sekretariat Jenderal MPR RI mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan juri dan MC yang terlibat dalam insiden tersebut per tanggal 12 Mei 2026. Meskipun permohonan maaf telah disampaikan dan tindakan administratif telah diambil, kasus ini meninggalkan catatan merah bagi penyelenggaraan kompetisi akademik nasional, dengan banyak pihak tetap menuntut adanya evaluasi hasil lomba demi menjunjung tinggi integritas dan sportivitas siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia pendidikan Kalimantan Barat mendadak diguncang kontroversi menyusul viralnya video dugaan kecurangan dalam babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat provinsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-14","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kampus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17,"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14\/revisions\/17"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/15"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aliyanurmahrina.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}